By:Yuliasri Saragih
Rintihan bumi jatuh menembus ruang waktu
Kala itu, ketika kau ucap untaian lirik hati
Terdengar syahdu dimata hati ini
Senyuman yang merekah
Kutorehkan di wajah ini
Jembatan, jam, dan malam
Menjadi saksi di kala itu
Ukiran-ukiran memori yang lekat di kalbu ku
Takkan terhapus oleh derasnya ombak
Yang menghantam pasir dan karang
Walau terkadang hati ini terasa perih
Moody yang bergelombang
Mengiris uluhati
Namun aku meredam semua kepedihan ini
Dengan hati yang tulus mencintaimu
Tanpa rasa ragu,
Aku berpikir,
Andai aku bisa mengubur hitamnya moody
Mengubahnya menjadi putih
Mungkin takkan ada lika-liku cinta
Yang membuat kita menjadi dewasa
Kekasih,
Hatiku kan merasa syahdu
Mendengar untaian-untaian sajak
Melihat senyum lubang manis merekah
Perhatian, dan cinta tulus darimu
Tak peduli lontaran-lontaran pahit
Ditelingaku
Tak peduli dengan sudut pandang mereka
Yang aku pedulikan hanyalah bersamamu
Dan berharap kaulah tulang rusukku